WAKTU

Minggu, 25 Agustus 2013

Irak Berminat Pesan 500 Panser PINDAD Indonesia

Irak Berminat Membeli 500 Panser Buatan Pindad

Irak berminat untuk memesan panser Anoa buatan PT Pindad (Persero). Tidak tanggung-tanggung, jumlah yang akan dipesan mencapai 500 unit panser.

Kesepakatan memang belum terjadi, kedua belah pihak masih terus melakukan kajian terkait hal ini. Minatnya Irak membeli panser ini muncul setelah kunjungan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ke Baghdad beberapa waktu lalu.


Irak Berminat Membeli 500 Panser Buatan Pindad

"Sampai saat ini belum ada kesepakatan, masih negosiasi. Mereka memang berminat, tapi belum ada kelanjutannya," kata Duta Besar Indonesia untuk Irak Safzen Noerdin ketika ditemui detikFinance di Hotel Al-Mansour, Baghdad, Rabu (13/3/2013) malam waktu setempat.


Sjafrie berangkat ke negeri 1001 malam itu sekitar pertengahan tahun lalu dan diterima oleh Perdana Menteri Irak, Nuri Al-Maliki serta beberapa pejabat bidang pertahanan dan perekonomian Irak.

Kabarnya, tak hanya panser, tapi Irak juga tertarik membeli beberapa produk Pindad lainnya, seperti senjata dan peralatan militer lainnya.

Timor Leste Pesan Panser PINDAD Indonesia

Timor Leste akan memesan panser atau tank dari PT Pindad Persero pada tahun ini. "Saat ini masih proses negosiasi, tinggal penyelesaiannya," kata Direktur Utama Pindad Adik Avianto, Sabtu, 1 September 2012.

Timor Leste Pesan Panser PT. Pindad
Timor Leste Pesan Panser Produksi PT. Pindad 

Ia akan berangkat ke Timor Leste pada 12 September 2012 mendatang bersama tim perusahaan untuk menandatangani surat perjanjian dengan delegasi Timor Lester. Menurut Adik, Kementerian Pertahanan dan Kementerian Keuangan telah setuju dengan rencana ekspor panser.


Setelah penandatanganan, proses selanjutnya adalah membicarakan perjanjian pembayaran. Nantinya negara tersebut membayar secara kredit ke Bank Mandiri. Mengenai nilai pembelian, Adik belum bisa menjelaskan. Sebab, "Timor Leste belum memastikan jenis panser yang dipesan. Jadi tergantung kebutuhan," ujar Adik. Begitu juga dengan jumlah yang akan dipesan.

Harga panser dengan jenis 4 x 4 atau yang biasa digunakan pada medan ringan, seperti perkotaan, harga per unitnya Rp 4 miliar. Namun harga akan naik jika ditambah dengan aksesori seperti senjata atau kamera pengintai. Sedangkan panser bagi medan berat, atau jenis 6 x 6, harga per unitnya Rp 8 miliar.

Panser Anoa PINDAD Perkuat Pasukan UNIFIL

Panser Anoa PINDAD Perkuat Pasukan UNIFIL

Suatu kehormatan bagi Satgas Indo FPC TNI Konga XXVI-D2/UNIFIL untuk menggunakan kendaraan tempur (ranpur)Anoa yang merupakan sebuah kendaraan tempur militer lapis baja dan merupakan salah satu hasil karya terbaik anak bangsa yang diproduksi secara langsung oleh PT Pindad-Indonesia.

Panser Anoa PINDAD Perkuat Pasukan UNIFIL
Kendaraan tempur Anoa produksi PT Pindad-Indonesia yang akan digunakan oleh Satgas Indo FPC TNI Konga XXVI-D2/UNIFIL.


Salah satu kelebihan yang ada pada Anoa adalah sistem perlindungan yang diberikan oleh lapisan baja dan rangka, yaitu memiliki tingkat STANAG 3 level 3. Ini berarti, ranpur tersebut bisa menahan peluru kinetis hingga 7,62 x 51 mm Armor Piercing standar NATO dari jarak 30 meter dengan kecepatan 930 m/s, serta bisa menahan ledakan ranjau hingga massa 8 kg di bagian roda gardan dan di tengah-tengah badan.


Selain itu, Anoa dibekali sistem navigasi terbaru dan alat komunikasi anti-jamming. Kendaraan tempur tersebut bisa digunakan untuk bermacam fungsi, mulai dari sebagai pembawa pasukan, kendaraan komando, hingga rumah sakit berjalan, di medan tempur.

Persenjataan yang terpasang adalah senapan mesin 7,62 mm dan 12,7 mm untuk varian infanteri dan Automatic Grenade Launcher (AGL) 40 mm untuk varian kavaleri. Untuk pertahanan diri, Anoa dilengkapi dengan pelontar tabir asap 2 x 3 66 mm.


 

Saat melakukan test drive Anoa beberapa waktu lalu, ranpur ini mampu dipacu hingga 100 km/jam. Anoa juga mampu melompati parit selebar 1 meter dan melahap tanjakan dengan kemiringan 45 derajat. Seluruh bodi Anoa dilapisi baja tahan peluru. Apabila diberondong senapan AK-47 atau M-16 dijamin tidak bakal tembus.

Pengiriman 7 unit ranpur Anoa ke Satgas Indo FPC TNI Konga XXVI-D2/UNIFIL ini merupakan program Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Mabes TNI, dalam rangka menggantikan APC VAB - NG buatan Perancis yang sudah sejak 2006 menjadi bagian yang sangat penting dalam pelaksanaan misi PBB di UNIFIL.


 

Kedatangan 7 unit Anoa pada Sabtu (21/7/2012) di Markas UNIFIL-Naqoura, yang juga merupakan tempat Satgas Indo FPC, disambut langsung oleh Dansatgas Indo FPC TNI Konga XXVI-D2/UNIFIL Mayor Inf Wimoko dan didampingi oleh Kapten Kav I Nyoman Artawan selaku Perwira Kavaleri merangkap Pasilog Satgas.

Penggunaan ranpur Anoa oleh Satgas Indo FPC adalah untuk menunjang tugas pokok Satgas, antara lain dalam pelaksanaan patroli keamanan wilayah Markas UNIFIL (Green Hill) dan sekitarnya, pengawalan UNIFIL HoM dan Force Commander dalam rangka Tripartite Meeting antara LAF (Lebanes Armed Force), IDF (Israel Defence Force) dan UNIFIL, serta latihan-latihan gabungan dengan pasukan dari negara asing yang tergabung dalam UNIFIL.

Panser Anoa Buatan Indonesia

Panser Anoa



Sebelum Wapres Jusuf Kalla mencetuskan komitmen pemerintah pemerintah untuk mengadakan 150 panser bagi TNI AD, semua orang hanya bisa berangan-angan mengenai konsep Infanteri Mekanis.

Bayangkan, ketika menggelar operasi keamanan di Aceh, TNI hanya mengandalkan truk Reo alias gun truck yang dipasangi plat baja dan dipersenjatai. Ranpur yang ada VAB dan V-150 tidak dapat di maksimalkan. Keputusan ini disambut baik TNI AD, yang sudah meminta Pindad melahirkan panser mandiri saat Panglima TNI Jenderal Endrianrtono Sutarto saat itu, berkunjung ke Pindad, 14 Juli 2003.
 


Dilihat dari bentuk dan penggerak, tampak sekali kesamaan dengan VAB Perancis. Namun kesamaan itu berhenti pada disain dan sistem penggerak. Sementara yang lain yang membanggakan adalah seluruh kandungan bahan baku, sistem senjata dan elektronik sudah hampir 100% made in Indonesia.
 

Sebut saja bodi monoque yang sudah dibuat sendiri oleh Pindad, dan sistem radio UHF/VHF yang di buat PT LEN. Beberapa kelebihan lainnya, Panser Pindad dilengkapi peralatan navigasi canggih GPS dan sejumlah layar tampilan multifungsi.
 

Kokpit dan Kabin juga dapat dengan mudah di ubah-ubah untuk disesuaikan dengan berbagai sistem senjata dan fungsi yang akan digunakan oleh panser APS Anoa, seperti kanon anti serangan udara, panser amfibi (pansam) dan lainnya tergantung keinginan dan kebutuhan pengguna kedepannya.

Sejauh ini, sistem persenjataan panser ditumpukan pada kubah (cupola) disebelah atas kiri, yang mengadopsi SMB 12,7 mm atau pelontar granat 40 mm buatan Pindad lisensi STK Singapura.
 

Satu hal yang disenangi pasukan, Panser Pindad dilengkapi tiga unit AC blower, yang kebanyakan tidak terdapat pada panser sejenis (Optional). Yang mungkin harus dipikirkan kedepannya adalah menaikan kandungan lokal sampai 100% dengan memproduksi sendiri mesin yang dibutuhkan.
 

Terakhir, kabar yang menyebutkan sekaligus dengan munculnya prototipe Panser Kanon yang dipersenjatai kubah (CSE 90) yang menjadi rumah dari kanon Cockerill 90 mm Mk III pada pameran 2008, memberi secercah harapan. Semoga Panser Anoa kelak bisa digdaya melapaui Panser sejenis di pasaran dunia.

 


Panser Anoa diperlihatkan secara resmi kepada publik pada Indo Defence & Aerosace 2008 pada tanggal 19 November hingga 22 November, 2008 setelah diperlihatkan pada parade militer TNI pada 5 Oktober 2008. Pada 30 Agustus 2008, 10 panser telah diproduksi dan akan diproduksi sebanyak 150 buah untuk TNI Angkatan Darat untuk penugasan Anoa pada tahun 2009. 20 Panser ini diserahterimakan ke Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Pertahanan, bagian dari kesepakatan dari 150 ke 40 unit saja karena krisis ekonomi. 40 Panser tersebut akirnya dikirim sebagai komitmen PT Pindad untuk memenuhi pesanan total sebanyak 154 Panser. 33 diserahkan kepada Kementrian Pertahanan pada 13 Januari 2010. Pindad telah menerima suntikan dana pinjaman dari Bank Mandiri, Bank BNI 46 dan Bank BRI sebagai bagian dari pembayaran untuk manufaktur Panser-Panser tersebut 

 
Anoa 4x4
Semenjak 9 April 2010 13 buah Anoa telah digunakan untuk mengawal misi perdamaian PBB di Lebanon bersama Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-D/UNIFIL . Anoa 6x6 maupun 4x4 biasa digunakan untuk pengawalan kegiatan-kegiatan penting negara. Pada 15 November 2011 Anoa varian 6x6 yang menggunakan persenjataan Senapan Mesin Berat 7.62 mm digunakan sebagai kendaraan tempur untuk patroli dan penjagaan ring pada acara KTT ASEAN di Nusa Dua, Bali. ANOA juga dipakai oleh Paspampres untuk pengawalan kunjungan-kunjungan Presiden. Selain kegiatan resmi, ANOA juga dipakai untuk pengamanan car-free day di Bundaran HI.

 Spesifikasi :


Pabrik : PT. Pindad, Indonesia
Berat Tempur : 14 ton
 
Panjang : 6 meter
 
Lebar : 2,5 meter
 
Tinggi : 2,9 meter
 
Kru : 3 + 10 personel
 
Mesin : Renault MIDR 062045 inline 6 cylinder turbo-charged diesel
 
Transmisi : Automatic, ZF S6HP502, 6 forward, 1 reverse
 
Suspensi : Independent suspension, torsion bar
 
Kapasitas BBM : 200 liter
 
Jarak Tempuh : 600 Km
 
Kecepatan Max : 90 Km/jam ; 2,2 meter / detik di air
  
Senjata : 7, 62 mm GPMG / 12, 7 mm M2HB / 40 mm Grenade launcher
 Berikut foto Anoa berserta variannya :

★ Panser APC
Panser Anoa dilapisi pelindung keramik armor

Perlindungan yang diberikan oleh lapisan baja dan rangka Anoa memiliki tingkat STANAG 3, yang berarti bisa menahan peluru kinetis hingga 7.62x51 mm Armor Piercing standar NATO dari jarak 30 meter dengan kecepatan 930 m/s serta bisa menahan ledakan ranjau hingga massa 8 kg di bagian roda gardan dan di tengah-tengah badan.


★ Panser Recovery

★ Panser Komando

★ Panser Ambulan

★ Panser Amunisi

★ Panser Mortir

★ Panser Amfibi

★ Panser Kanon
Prototipe Anoa Cannon 90 mm
Prototipe Anoa Cannon 90 mm
Prototipe Cannon 20 mm

★ Varian ekspor



Malaysia berminat untuk membeli sejumlah ANOA dari PT Pindad dan diberi nama Rimau yang berarti harimau dalam Bahasa Melayu. Tidak jelas apa perbedaan dari varian ANOA 6x6 yang standar, kemungkinan besar perbedaan ada pada mesin yang tidak lagi menggunakan mesin Renault tetapi menggunakan mesin Mercedes yang kapasitasnya sama-sama 7000 cc dan 320 tenaga kuda. Diberitakan tahun 2011, Malaysia akan membeli 32 unit Anoa dengan sedikit modifikasi menurut keinginan pengguna.
Selain itu beredar berita bahwa Oman dan Brunei tertarik dengan panser ini.
(semua foto dari alutsista, angkasa reader, arieskarbol, audryliahepburn, formil kaskus dan lain-lain)

PINDAD Indonesia Siap Luncurkan Tank Ringan dan Sedang

Pindad Siap Luncurkan Light Tank dan Medium Tank

PT Pindad (Persero) akan meluncurkan kendaraan tempur roda rantai atau tank. Tank yang rencananya akan dirilis merupakan tank tempur tipe ringan atau light dan medium versi Indonesia.

Tank medium Pindad ilustrasi
Tank medium Pindad ilustrasi (gbr : http://carnews-online.blogspot.com)

Hal disampaikan Kepala Departemen Produksi II (Divisi Kendaraan Khusus), Hery Mochtady kepada detikFinance di Kantor Pusat Pindad, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/4/2013).

“Kalau light tank kita sudah punya prototype awal. Kalau medium kita masih tahapan konsep desain atau mematangkan desainnya seperti apa sih,” tutur Hery.

Untuk konsep tank versi light, Pindad mengadopsi tenologi dan desain tank jenis Scorpion buatan Inggris. Nantinya, tank ini, akan dikendalikan oleh tiga orang yakni bertindak sebagai commander, gunner dan driver.


“Kalau light tank itu skala scorpion, kalau medium itu skala dengan murder. Ke sana kita akan kembangkan. Kalau kelas heavy seperti leopard sepertinya kita belum. Itu terlalu berat. Kita lebih cocok di medium tapi persenjentaan kita bisa pakai misil anti tank atau pakai 105 kaliber besar,” tambahnya.




Meskipun akan mengembangkan 2 tipe tank yakni tipe light dan medium. Kemampuan senjata, tetap bisa ditingkatkan atau mengadopsi kemampuan heavy tank seperti Leopard.

“Teknologi sudah berkembang, tank medium pun mampu membawa senjata dengan kaliber besar,” sebutnya.

Untuk komponen, Hery mengakui, pihaknya di Pindad tetap memprioritaskan komponen lokal. Namun, saat komponen tersebut tidak dijual atau dikembangkan di dalam negeri, pihaknya baru membeli dari luar negeri.

 
Pindad Siap Luncurkan Light Tank dan Medium Tank
 

“Tapi secara realistis, kita masih terbatas untuk power pack, engine, transmisi, dan cooling. Kita belum ada yang supply. Kalau senjata kaliber besar, kita masih impor karena di dalam negeri belum ada. Tapi kita usahakan, setiap kegiatan development setiap. Kalau terpaksa dengan luar negeri, kita harus ada TOT (transfer of technology), apa yang bisa kita ambil dari sana. Minimal kita tahu, konsep desain dan kalkulisinya seperti apa,” tegasnya.

Kendaraan Tempur Buatan Indonesia

Kendaraan Tempur Buatan Pindad Bandung

Kemampuan industri militer dalam negeri terbukti telah mampu menghasilkan produk unggulan. Dengan berkiblat ke Eropa dan NATO (North Atlantic Treaty Organization), Indonesia telah mampu menghasilkan amunisi, senapan bahkan mobil atau kendaraan perang.



Di Indonesia, kemampuan ini hanya dimiliki oleh PT Pindad (Persero). Diproduksi di Bandung Jawa Barat, BUMN senjata ini, telah memproduksi hampir 200 unit panser jenis Anoa 6x6 dan mobil perang lainnya.

Bahkan yang terbaru, Pindad mampu memproduksi Humvee dan akan meluncurkan tank versi Indonesia. Mau tahu, apa saja kendaraan perang produksi Bandung? berikut ulasannya



Rantis Komodo

Pindad sejak tahun 2010 telah mengembangkan mobil tempur versi ringan yang bernama Komodo. Desain dan konsep Komodo, mengacu pada mobil perang ringan jenis Humvee buatan Amerika Serikat dan Sherpa buatan Prancis.

Pada 2012, mobil tempur versi ringan ini, mulai diperkenalkan kepada publik. Dibandrol mulai harga Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar, mobil perang ini, telah diproduksi 5 unit dan digunakan oleh kesatuan Kopassus dan Brimob.



Salah satu variannya ialah Battering Ram atau varian Pendobrak. Jenis ini, digunakan untuk pertempuran khusus dan aktivitas anti teror. Mobil yang dipesan secara khusus oleh Kopassus ini, mampu menabrak betok setebal 30cm dan dikendarai saat gelap karena menggunakan sistem kamera night vision.

Kendaraan ini juga, dilengkapi dengan peralatan elektronik dan komunikasi super canggih mendukung operasi khusus. Varian Komodo 4X4 antara lain: APC, Command, Recon, Ambulance, Battering Ram, Cannon Towing dan Rocket Launcher.

Panser Anoa
Anoa 6X6 merupakan panser buatan Pindad yang telah diproduksi hampir 200 unit. Kendaraan tempur yang didesain 6 varian ini, mengadopsi panser VAB buatan Prancis. Kendaraan yang awalnya diragukan kehandalannya ini, kini telah menjadi idola bagi militer di Indonesia.




Bahkan militer negara tetangga, Malaysia dan Singapura mulai melirik panser yang dibuat dan dirancang oleh tenaga ahli Pindad di Bandung. Dibandrol mulai harga Rp 8 miliar per unit, Anoa telah dirancang sebanyak 7 varian yakni varian ambulance, angkut personel (APC), komando, logistik BBM, logistik munisi, mortir 80 carrier.


Police Water Canon

Pindad juga telah memproduksi mobil perang tipe water cannon. Dengan kosep mobil penyemprot air untuk tujuan menangani kerusahan atau huru-hara, Pindad memproduksi dan merancang kendaraan water canon untuk kepolisian.



Mobil yang bisa diawaki oleh 4 orang ini, mampu menembakkan air hingga jarak 70 meter. Dilengkapi dengan kamera khusus, water canon buatan Pindad mampu menyemprotkan busa anti api (bom molotov) dan gas air mata.

Mobil perang khusus ini, sekarang sudah digunakan oleh Kepolisian RI, bahkan Timor Leste juga membeli water canon dari Pindad.

Humvee Amerika kembaran buatan Indonesia "Komodo"

Humvee versi Pindad si ‘Komodo Perang’ 


130429-03b
Pindad mulai merancang dan mengembangkan kendaraan tempur taktis mirip Humvee buatan Amerika Serikat (AS) sejak 2010.  Dengan nama Komodo,  kendaraan perang ini dirancang sangat modern nan lincah.
“Kalau kelas rantisnya seperti itu,  baik rantis buatan Amerika atau Prancis,  itu mirip-mirip.  Secara ergonomis dan taktis,  memang dibutuhkan dimensi seperti itu,” tutur Kepala Departemen Produksi II (Divisi Kendaraan Khusus),  Hery Mochtady.
Direktur Utama Pindad,  Adik Soedarsono menuturkan, produksi Humvee versi Indonesia ini,  bermula ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menantang Pindad untuk membuat kendaraan versi Humvee yang telah dibeli TNI dari Prancis.
“Kita sudah beli dari Prancis.  Presiden bilang,  Pindad bisa nggak bikin seperti ini.  Kita bisa bikin dan kembangkan.  Kita pakai komponen lokal kecuali drive line-nya.  Dari mesin sampai putaran ke ban,” papar Adik.